11 Jan 2012

Desain interior dan exterior rumah dengan ROSTER

0 komentar
ROSTER tak hanya berfungsi sebagai aksesori untuk mempercantik hunian, lubang angin ini juga bermanfaat sebagai jalan sirkulasi udara.
Nah bagaimana mengaplikasikannya dengan tepat? Dinding dan bangunan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Satu sama lain memiliki keterkaitan dalam membentuk suatu hunian yang ciamik.Kendati demikian, dinding sebaiknya tidak hanya dibuat polos, berbagai cara dapat kita lakukan guna mempercantik elemen ini. Salah satunya dengan mengaplikasikan roster.

Tidak hanya memperindah secara visual, roster juga berfungsi sebagai sarana sirkulasi udara. Roster pada awalnya merupakan terobosan baru dalam aplikasi detail penggunaan material. Meski begitu, roster tidak kalah bermanfaat dari bentuk aplikasi dinding yang biasa. Elemen ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana keluar-masuknya angin ke dalam rumah sehingga bangunan lebih sejuk dan nyaman.

Dalam perkembangannya, roster biasanya kerap dijumpai sebagai “pemanis” pada bagian atas pintu atau jendela. Tapi seiring dengan kreativitas dan perkembangan teknologi, roster dapat diaplikasikan sebagai dinding dengan material tertentu tentunya.

Menurut arsitek Briyan Talaosa, roster merupakan sebuah bentuk lubang pada bidang vertikal yang biasa menjadi aksesori di dinding. Selain untuk estetika, juga berfungsi sebagai lubang angin pada bangunan.

Dalam arti, sebagai ornamen atau detail tertentu yang dapat memperindah tampilan bangunan dalam skala tertentu. Lebih dari itu, Anda yang cermat sebenarnya rostertidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai lubang angin pada dinding, aplikasi detail material ini juga bisa dibuat sebagai dinding itu sendiri.

Dengan catatan, aplikasinya dalam jumlah yang cukup banyak sehingga membentuk batas antar ruang. Alternatif lainnya, roster sebagai batas antara ruang luar dan ruang dalam atau bisa juga sebagai secondary skin pada bangunan.

Roster juga bisa sebagai partisi setengah pada ruang dalam atau interior. Dalam pengaplikasiannya, hal yang perlu diperhatikan selain harmonisasi bentuk roster dengan keseluruhan maupun sebagian model bangunan, tentu saja teknik aplikasinya yang mesti diperhatikan.

Sebab, roster cenderung agak lebih sulit aplikasinya ketimbang batu bata atau batako. Jadi, sangat jarang roster teraplikasi dengan finishing lagi. Teknik penyusunan dan pemasangan roster agar menjadi “dinding” yang cukup kuat, si aplikator harus menguasai material penyambungnya.

Biasanya tetap kita gunakan semen untuk roster yang terbuat dari keramik bakar atau bahan seperti bata pres dengan bahan tanah liat yang dibakar. Selain itu,yang perlu diperhatikan adalah menentukan apakah roster akan dibuat penuh satu dinding atau sekadar sebagai aksen bangunan saja. Biasanya, aplikasi sebagian (sebagai aksen) atau penuh bergantung pada komposisi desain yang kita ciptakan.Bisa juga kombinasi dari keduanya.

“Pada area tertentu, roster hanya berfungsi sebagai aksen. Tapi roster juga bisa menjadi focal point yang dominan. Yang jelas, saat keseluruhan bangunan jadi, kita tetap melihat sebuah karya arsitektural yang harmonis,” kata Briyan.

Tak pelak, kepekaan Anda sebagai desainer dalam menempatkan komposisi material sangatlah penting dalam membentuk hunian atau bangunan yang bisa disebut “indah”.

“Sesuatu yang berbeda jika ditempatkan dengan benar pada sebuah komposisi, tentu saja dapat menyita perhatian mata yang melihatnya," tuturnya.

Namun, lanjut dia, roster pun dapat terlihat aneh apabila diaplikasikan secara tidak proporsional. Misalnya, pengguna mengabaikan faktor komposisi atau dengan aplikasi roster dalam jumlah yang cukup banyak tapi penempatannya secara estetika kurang nyaman. (nsa)

Tinggalkan Komentar Di Artikel Desain interior dan exterior rumah dengan ROSTER:

Sering Dibaca

 
Muji Jaya Ganesha Alamat : Jl Ganesha 1 Purwosari Kudus telp : 082137133466 , 08562766211 ,

Muji Jaya Ganesha Goods From Cement And Sands For Construction © 2014 . Versi Mobile